Bahasa Indonesia  |   English (United Kingdom)
 

Riwayat Singkat Perseroan

Sejarah singkat Perseroan sejak pendirian hingga saat ini

1983
Pendirian Perseroan

Didirikan pada tanggal 25 Agustus 1983 dengan nama PT Sangga Loka Subur
1984
​Perubahan Nama Perseroan

Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Leasing.
1985
Izin Sewa Guna Usaha

Perseroan mendapatkan izin untuk menjalankan usaha sebagai perusahaan sewa guna usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia
1989
Perubahan Nama Perseroan

Perseroan berubah nama menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance
1990
Perizinan Lembaga Multi Pembiayaan

Perseroan mendapatkan izin sebagai Lembaga Multi Pembiayaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia
1996
Kepemilikan Saham Perseroan

Susunan kepemilikan saham Perseroan menjadi PT Astra Sedaya Finance (23,77%), PT Sedaya Multi Investama (71,32%), dan Marubeni Corporation (4,91%).
2005
Pelaksanaan Joint Venture

Perjanjian Joint Venture baru antara PT Astra International Tbk. dengan Marubeni Corporation
2006
Kepemilikan Saham Perseroan

Jumlah saham Marubeni Corporation di Perseroan meningkat menjadi 40%
2006
Kepemilikan Saham Perseroan

Marubeni Corporation menjual dan mengalihkan kepemilikan saham di Perseroan sebesar 5% kepada PT Marubeni Indonesia
2008
Peningkatan Jumlah Saham

Perseroan meningkatkan saham sebanyak 100.000.000 saham yang kesemuanya dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham
2011
Penerbitan Obligasi

Perseroan melakukan penerbitan obligasi I dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2011
Peningkatan Modal Dasar dan Saham Perseroan

Perseroan meningkatan modal dasar menjadi Rp. 2.000.000.000.000,-.
2013
Obligasi Berkelanjutan Tahap I SANF Tahun 2013 dengan Tingkat Bunga Tetap
2014
Obligasi Berkelanjutan Tahap II SANF Tahun 2014 dengan Tingkat Bunga Tetap
2015
Obligasi Berkelanjutan Tahap III SANF Tahun 2015 dengan Tingkat Bunga Tetap
2016
Obligasi Berkelanjutan II SANF dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016
2017
Obligasi Berkelanjutan II SANF dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2017 

Visi Perseroan


Menjadi perusahaan pembiayaan pilihan dengan menyediakan solusi keuangan terbaik bagi mitra bisnis di Indonesia

Misi Perseroan


Menyediakan produk dan layanan keuangan terbaik melalui kerjasama bisnis yang berkesinambungan untuk kesejahteraan bersama



Nilai Inti Perseroan


FAST

Cepat & Tepat, Konsistensi, Adaptasi

FINE

Kualitas, Solusi Total, Kepatuhan

FUN

Antusiasme, Kerja Sama, Sinergi

Kegiatan Usaha Perseroan


Berdasarkan Akta tertanggal 29-05-2015 (duapuluh sembilan Mei duaribu limabelas) nomor 78, yang dibuat dihadapan KUMALA TJAHJANI WIDODO, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan tertanggal 12-06-2015 (duabelas Juni duaribu limabelas) nomor: AHU-0937214.AH.01.02.TAHUN 2015 dan pemberitahuan perubahan data Perseroan telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat tertanggal 12-06-2015 (duabelas Juni duaribu limabelas) nomor AHU-AH.01.03-0940743, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:​

a.   Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara:

            1.    Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
            2.    Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back);
            3.    Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
            4.    Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
            5.    Pembiayaan Proyek;
            6.    Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
            7.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan

b.    Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara:

            1.    Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back);
            2.    Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse);
            3.    Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse);
            4.    Fasilitas Modal Usaha; dan/atau
            5.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

c.    Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara: 

            1.    Sewa Pembiayaan (Finance Lease);
            2.    Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran;
            3.    Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

d.    Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

Produk Pembiayaan Perseroan


Hingga saat ini, Perseroan terus mengembangkan bisnisnya agar dapat selalu memenuhi kebutuhan customer yang terus berkembang. Adapun hingga saat ini, produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Perseroan adalah:

1.    Pembiayaan Investasi dengan cara Sewa Pembiayaan;
2.    Pembiayaan Investasi dengan cara Jual dan Sewa Balik;
3.    Pembiayaan Investasi dengan cara Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
4.    Pembiayaan Investasi dengan cara Pembelian dengan Pembayaran Angsuran;
5.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Jual dan Sewa Balik;
6.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
7.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
8.    Pembiayaan Modal Kerja dengan cara Fasilitas Modal Usaha.